
Kata ibuku, dan juga nenekku, jeruk manis itu pertanda imlek sudah dekat. Manis dan banyak sarinya (kok ga ada yang menyinggung biji yang segerobak?!). Setelah imlek, jeruk berangsur ‘normal’ kembali.
Ya, itu kepercayaan aja sih. Kadang-kadang saya makan jeruk manis, banyak sarinya (walau biji tak banyak–hore!) di bulan-bulan yang selain bulan seputar imlek.
Tapi, bulan apa pun itu, yang namanya jeruk mah… Enak lah pokoknya.